Pesonanusa. Kabar mengenai penghentian penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Bengkulu pada 23 Maret 2026, memang menjadi topik yang ramai diperbincangkan, atau garuda bakal mempersiapkan penggantinya.
Jika kabar ini benar adanya, tentunya akan memberikan dampak signifikan terhadap konektivitas dan mobilitas masyarakat di daerah tersebut.
Mengingat pentingnya penerbangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan aksesibilitas, langkah pemerintah daerah untuk meminta penjelasan resmi dari Garuda Indonesia adalah hal yang tepat.
Sampai saat ini, meskipun kabar ini telah beredar luas, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Garuda Indonesia terkait alasan penghentian penerbangan tersebut. Beberapa spekulasi yang muncul, seperti masalah teknis pada landasan pacu atau evaluasi jumlah penumpang dan aspek bisnis, memang mungkin menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh maskapai tersebut.
Namun, Pj Sekda Prov Bengkulu, Herwan Antoni, menilai kendala teknis tidak menjadi isu utama, menunjukkan bahwa pemerintah daerah berusaha untuk mencari penjelasan lebih lanjut.
Apalagi, dengan rencana untuk menjadikan Bandara Fatmawati Soekarno sebagai bandara internasional, tentunya penerbangan dari berbagai maskapai sangat diperlukan.
Menurut Herwan, pemerintah daerah bahkan sebelumnya sempat mengusulkan penambahan jadwal penerbangan, yang menandakan bahwa mereka berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor penerbangan.
"Kedepannya, semoga ada kejelasan lebih lanjut, dan jika memang ada masalah dalam aspek bisnis atau operasional, diharapkan bisa segera ditemukan solusinya agar layanan penerbangan tetap tersedia untuk masyarakat Bengkulu," pungkas Herwan Antoni. [nata]
