Pesonanusa. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, meninjau langsung rumah produksi minyak goreng sawit Bumi Merah Putih (BMP) di Kelurahan Sawah Lebar, Senin (20/4). Kunjungan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat hilirisasi komoditas unggulan, khususnya kelapa sawit.
Dalam peninjauan tersebut, gubernur menekankan bahwa Bengkulu tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah, melainkan harus mampu menghasilkan produk jadi bernilai tambah. Seluruh rantai produksi minyak goreng BMP disebut telah dilakukan di dalam daerah, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk siap konsumsi.
“Kita ingin Bengkulu tidak sekadar menjual sawit mentah. Ini bukti bahwa kita bisa mengolah sendiri dan menghadirkan produk jadi dari daerah kita,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memprioritaskan penggunaan produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kebanggaan terhadap produk Bengkulu harus dibangun dari kebiasaan konsumsi sehari-hari.
Selain aspek kemandirian ekonomi, industri ini dinilai memberi dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Mayoritas pekerja berasal dari masyarakat sekitar, sehingga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan industri turunan sawit. Ke depan, produk seperti sabun, perawatan kulit hingga parfum direncanakan dikembangkan dalam satu ekosistem industri di bawah label Merah Putih, guna memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. [nata]
