Pesonanusa. Realisasi APBD Kabupaten Bengkulu Utara hingga Mei 2026 masih tergolong rendah. Dari total target pendapatan daerah sebesar Rp1,24 triliun, realisasi baru mencapai Rp139,91 miliar atau 11,26 persen.
Data Kementerian Keuangan RI, Postur APBD Tahun 2026 per 18 Mei menunjukkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp111,69 miliar baru terealisasi Rp19,75 miliar atau 17,66 persen. Meski demikian, sektor pajak daerah menjadi penyumbang terbesar PAD dengan realisasi Rp15,41 miliar atau 37,27 persen dari target Rp41,34 miliar. Sebaliknya, retribusi daerah masih minim, hanya Rp160 juta atau 7,82 persen dari target Rp2,03 miliar.
Di sisi belanja, total anggaran daerah mencapai Rp1,25 triliun dengan realisasi Rp223,36 miliar atau 17,78 persen. Belanja pegawai menjadi pos dengan penyerapan tertinggi, mencapai Rp160,49 miliar atau 27,25 persen dari total pagu Rp588,97 miliar.
Sementara itu, realisasi belanja yang langsung bersentuhan dengan pembangunan fisik masih rendah. Belanja barang dan jasa baru terserap Rp24,21 miliar atau 7,23 persen dari pagu Rp334,88 miliar.
Kondisi serupa juga terlihat pada belanja modal yang identik dengan pembangunan infrastruktur dan pengadaan aset. Dari anggaran Rp64,58 miliar, realisasinya baru Rp3,19 miliar atau 4,94 persen. Belanja lainnya tercatat terealisasi Rp35,47 miliar atau 13,26 persen dari pagu Rp267,51 miliar, dengan porsi terbesar berasal dari bantuan keuangan sebesar Rp35,30 miliar.
Sementara pada sektor pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya hingga pertengahan Mei belum menunjukkan realisasi. Begitu juga pengeluaran pembiayaan daerah untuk penyertaan modal sebesar Rp1,5 miliar yang masih nihil serapan.
Rendahnya realisasi pada sejumlah pos strategis menjadi perhatian, terutama belanja modal yang hingga Mei belum menembus lima persen di tengah kebutuhan percepatan pembangunan daerah. [nata]
