Pesonanusa. Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bengkulu Utara masih menjadi perhatian serius. Meski panjang jaringan jalan terus bertambah dalam tiga tahun terakhir, kerusakan jalan, terutama pada ruas yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, masih cukup tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Utara, total panjang jalan di daerah ini mencapai 531,690 kilometer pada 2025, meningkat dibandingkan 514,314 kilometer pada 2023. Seluruh ruas jalan yang tercatat dalam data tersebut merupakan jalan kabupaten, yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam hal pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan.
Dari total panjang jalan tersebut, 205,950 kilometer masih berada dalam kondisi rusak berat pada tahun 2025. Angka ini hanya sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 207,840 kilometer. Dengan demikian, sekitar 38 persen jalan kabupaten di Bengkulu Utara masih mengalami kerusakan berat.
Kondisi tersebut menunjukkan tantangan besar yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan. Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga akses pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok.
Sementara itu, panjang jalan berkondisi baik mengalami penurunan dari 279,390 kilometer pada 2024 menjadi 257,240 kilometer pada 2025. Penurunan ini mengindikasikan bahwa sebagian ruas jalan yang sebelumnya dalam kondisi baik mulai mengalami penurunan kualitas diduga akibat berbagai faktor.
Di sisi lain, jalan berkondisi rusak sedang meningkat menjadi 45,340 kilometer, sedangkan jalan rusak ringan juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya 23,160 kilometer.
