Pesonanusa. Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mematangkan rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit melalui program ekstensifikasi. Salah satu kawasan yang kini menjadi perhatian berada di Kabupaten Rejang Lebong, dengan potensi lahan mencapai 6.064,16 hektare.
Pemetaan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Ground Check Teknis Program Ekstensifikasi Kelapa Sawit yang digelar di Ruang Rapat Merah Putih Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (23/9).
Rapat dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Mian, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita. Hadir pula Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Iim Mucharam serta Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin.
Dalam pemaparan PTPN IV, potensi lahan seluas 6.064,16 hektare tersebut tersebar di sejumlah wilayah Rejang Lebong. Rinciannya meliputi Kecamatan Kota Padang seluas 3.229,58 hektare, Sindang Beliti Ulu 993,89 hektare, Sindang Beliti Ilir 910,07 hektare, serta kawasan Binduriang dan Sindang Kelingi seluas 930,62 hektare.
Bagi Pemprov Bengkulu, pemetaan ini tidak sekadar berbicara mengenai perluasan areal perkebunan. Program tersebut diarahkan untuk mendukung agenda ketahanan energi nasional, khususnya pengembangan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan Bengkulu memiliki modal yang cukup kuat untuk ikut mendukung program tersebut. Salah satunya melalui produksi crude palm oil (CPO) yang mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun.
“Sama-sama kita ketahui program prioritas Pak Presiden terkait dengan ketahanan energi, pengembangan B50. Provinsi Bengkulu sudah mencapai 1,5 juta ton CPO per tahun,” kata Mian.
Menurut Mian, selain memiliki produksi CPO yang cukup besar, Bengkulu juga terus menunjukkan perkembangan dalam program peremajaan kelapa sawit atau replanting.
Program tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.
“Bengkulu ini juga sukses dalam menjalankan program pusat replanting. Progresnya nomor dua terbaik di Indonesia,” ujar Mian.
Sementara itu, Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin menjelaskan, potensi ekstensifikasi tersebut sebelumnya telah melalui proses pemetaan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah di Kabupaten Rejang Lebong.
“Kami sebelumnya mendapatkan potensi ekstensifikasi kelapa sawit sebesar 6.064,16 hektare di Bengkulu yang merupakan areal HPL,” jelas Irwan.
Tahapan ground check kemudian dilakukan untuk memastikan kondisi dan kesesuaian lahan di lapangan. Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum potensi lahan tersebut masuk ke tahapan pengembangan lebih lanjut.
Dengan adanya pemetaan tersebut, Pemprov Bengkulu berharap potensi lahan yang tersedia dapat dikelola secara terarah, sekaligus memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.
Pengembangan sawit juga diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan bahan baku untuk kebutuhan energi nasional, tetapi tetap memperhatikan aspek tata kelola lahan, produktivitas, serta kepentingan masyarakat di sekitar kawasan.[nata]
