-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hasil Evaluasi BPKP: KTM Lagita Bengkulu Utara Butuh Pusat Bisnis

| Agustus 11, 2026 WIB | 0 Views

 

Foto BPKP Provinsi Bengkulu melaksanakan evaluasi pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita


Pesonanusa. Kawasan Transmigrasi Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara telah berkembang sejak program transmigrasi mulai digulirkan pada dekade 1980-an. Namun, di tengah pertumbuhan ekonomi yang ditopang komoditas karet dan kelapa sawit, kawasan tersebut masih menghadapi pekerjaan rumah besar, membangun pusat bisnis yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara lebih terintegrasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu pada minggu kedua Agustus 2026.

Evaluasi menyasar pengembangan Kawasan Perkotaan Baru (KPB) atau Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita, termasuk kawasan penyangga yang berada di Kecamatan Ketahun dan Kecamatan Pinang Raya.

Kawasan Lagita sendiri merupakan bagian dari 45 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional.

Mengutip laman BPKP, evaluasi dilakukan untuk melihat progres pengembangan kawasan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Hasil evaluasi menunjukkan, program transmigrasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun tidak sekadar membentuk permukiman baru. Kawasan ini secara perlahan telah berkembang menjadi salah satu kantong aktivitas ekonomi Bengkulu Utara, terutama melalui sektor perkebunan karet dan kelapa sawit.

Sejumlah fasilitas publik juga telah hadir dan menjadi penopang perkembangan kawasan. Mulai dari rumah sakit, GOR, Islamic Center, pasar modern hingga Unit Kerja Keimigrasian.
Namun, perkembangan tersebut dinilai belum sepenuhnya diikuti dengan terbentuknya pusat ekonomi kawasan yang terintegrasi.

Pusat bisnis dan integrasi dengan kawasan permukiman baru masih menjadi kebutuhan penting agar pertumbuhan Lagita tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kebutuhan lainnya adalah penambahan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pabrik kelapa sawit.

Keberadaan infrastruktur tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menunjang aktivitas masyarakat, tetapi juga memperpendek rantai ekonomi komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.

Bagi masyarakat yang telah puluhan tahun menetap di kawasan transmigrasi, pembangunan Lagita bukan sekadar soal gedung dan jalan. Mereka berharap kawasan yang telah mereka bangun sejak awal program transmigrasi benar-benar berkembang menjadi kawasan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mbah Jaino, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus peserta transmigrasi sejak awal program, berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kawasan permukiman dan fasilitas penunjangnya.

Harapan tersebut menggambarkan tantangan Lagita hari ini. Setelah puluhan tahun tumbuh melalui aktivitas perkebunan dan berbagai fasilitas publik, kawasan ini membutuhkan lompatan berikutnya—bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Bengkulu Utara.

Rekomendasi BPKP Provinsi Bengkulu kemudian diarahkan pada penguatan infrastruktur ekonomi, peningkatan konektivitas kawasan serta penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif.

Dengan potensi perkebunan dan posisi strategis yang dimiliki, pengembangan pusat bisnis menjadi salah satu kunci agar KTM Lagita tidak berhenti sebagai proyek transmigrasi yang berhasil membentuk permukiman, tetapi berkembang menjadi kawasan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat setempat.[nata]


×
Berita Terbaru Update