Tersangka korupsi PLTA Musi
Pesonanusa. Pihak Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Selasa (24/2) menetapkan dan menahan empat tersangka baru dalam perkara pengadaan Sistem Kontrol Unit (SKU) dan Automatic Voltage Regulator (AVR) tahun anggaran 2022–2023.
Hal ini merupakan lanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan PLTA Musi dibKabupaten Kepahiang, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 13 miliar.
Empat tersangka yakni OP menjabat Sales Engineer PT Yokogawa Indonesia, SR menjabat sebagai Sales Manager PT Yokogawa Indonesia, tersangka TS merupakan Direktur PT Yokogawa Indonesia, kemudian ER Direktur PT Austindo Prima Daya Abadi
Pelaksana Harian Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Denny Agustian, membenarkan penetapan tersebut. Ia menyatakan para tersangka diduga terlibat aktif dalam proses pengadaan yang bermasalah dan berperan dalam rekayasa harga.
Kemudian, Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Pola Martua Siregar, menambahkan modus yang digunakan adalah manipulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) melalui praktik mark up harga dalam pengadaan AVR dan SKU di PLTA Musi.
Dugaan tersebut melibatkan kerja sama dengan tersangka sebelumnya, Dr, pejabat President O&M Planning and Control V di PT PLN Indonesia Power.
“Kerugian negara yang timbul, karena mark up harga dilakukan secara sistematis,” ungjapnya.
Dalam konstruksi perkara, penggelembungan nilai pengadaan diduga terjadi sejak tahap perencanaan hingga proses tender, sehingga harga barang jauh melampaui nilai wajar.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 18, serta ketentuan dalam KUHP terbaru.
Mereka ditahan selama 20 hari ke depan di rutan dan lapas di Bengkulu guna kepentingan penyidikan lanjutan.
Sebelumnya, penyidik telah menetapkan dua tersangka lain dalam kasus yang sama, yakni Dr dan Direktur Truba Engineering, NI.
Dengan penambahan empat tersangka baru, total pihak yang terjerat dalam perkara ini kini menjadi enam orang.
Kejati Bengkulu menegaskan masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta aliran dana dalam proyek strategis pembangkit listrik tersebut. [nata]
