-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Benteng Ungguli Bengkulu Utara, Serapan Pendapatan dan Belanja Lebih Tinggi

| Mei 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T02:15:12Z

 

Sumber: Kemenkeu RI


Pesonanusa. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 hingga Mei menunjukkan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berada di atas Kabupaten Bengkulu Utara, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah.

Data Kementerian Keuangan RI mencatat, realisasi pendapatan Kabupaten Bengkulu Tengah mencapai Rp153,66 miliar atau 22,44 persen dari target Rp684,69 miliar. Capaian ini jauh lebih tinggi dibanding Kabupaten Bengkulu Utara yang baru merealisasikan Rp139,91 miliar atau 11,26 persen dari target Rp1,24 triliun.

Meski Bengkulu Utara memiliki postur APBD hampir dua kali lipat lebih besar, tingkat serapan pendapatannya masih tertinggal dibanding Bengkulu Tengah.
Pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bengkulu Tengah juga mencatat kinerja lebih baik. Dari target Rp52,26 miliar, realisasi PAD telah mencapai Rp10,91 miliar atau 20,87 persen. Sementara Bengkulu Utara Rp19,75 miliar dari target Rp111,69 miliar atau 17,66 persen.

Perbedaan juga terlihat pada realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Bengkulu Tengah mampu mencatat realisasi 24,48 persen, sedangkan Bengkulu Utara masih berada di angka 11,21 persen.
Dari sisi belanja daerah, Bengkulu Tengah kembali unggul dengan realisasi Rp177,23 miliar atau 25,82 persen dari pagu Rp686,29 miliar. Adapun Bengkulu Utara baru menyerap Rp223,36 miliar atau 17,78 persen dari total anggaran Rp1,25 triliun.

Meski nominal belanja Bengkulu Utara lebih besar, persentase penyerapannya masih di bawah Bengkulu Tengah.
Kedua daerah sama-sama didominasi belanja pegawai sebagai komponen terbesar. Di Bengkulu Tengah, belanja pegawai telah terealisasi Rp137,43 miliar atau 35,13 persen dari pagu Rp391,18 miliar. Sedangkan Bengkulu Utara mencapai Rp160,49 miliar atau 27,25 persen dari alokasi Rp588,97 miliar.

Sementara untuk belanja pembangunan, Bengkulu Tengah juga menunjukkan capaian lebih baik. Realisasi belanja modal mencapai 14,22 persen, sedangkan Bengkulu Utara baru 4,94 persen. Belanja barang dan jasa di Bengkulu Tengah tercatat 12,67 persen, sementara Bengkulu Utara hanya 7,23 persen.

Perbandingan ini menunjukkan Bengkulu Tengah lebih cepat dalam penyerapan anggaran hingga Mei 2026, meski memiliki kapasitas fiskal yang lebih kecil dibanding Bengkulu Utara. Rendahnya serapan di Bengkulu Utara menjadi catatan penting agar percepatan pelaksanaan program dapat dilakukan pada semester berikutnya. [nata]


×
Berita Terbaru Update