Pesonanusa. Triwulan pertama tahun anggaran 2026, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian menggelar rapat evaluasi kinerja bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Balai Raya Semarak, Sabtu (11/4).
Rapat tersebut menitikberatkan pada upaya menjaga kinerja pemerintahan tetap optimal di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sekaligus memastikan pelayanan publik tidak mengalami penurunan.
Dalam arahannya, Helmi Hasan mengingatkan agar efisiensi tidak disikapi dengan keluhan, melainkan dengan penyesuaian pola kerja yang lebih efektif dan tepat sasaran. Ia menilai, kondisi fiskal nasional saat ini masih relatif terkendali dibandingkan sejumlah negara lain yang telah melakukan langkah pengetatan lebih jauh.
“Efisiensi ini menjadi bagian dari penyesuaian. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Helmi.
Helmi juga menilai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini masih dalam batas yang dapat dikelola. Karena itu, ia mendorong seluruh OPD tetap menjaga fokus kerja dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
“Yang perlu dijaga adalah komitmen dan kinerja. Dengan itu, target pelayanan tetap bisa tercapai,” tambahnya.
Selain aspek internal, perhatian juga diarahkan pada respons terhadap isu-isu publik. Helmi meminta OPD lebih aktif memantau dan menindaklanjuti keluhan masyarakat, khususnya yang berkembang di media sosial, seperti persoalan infrastruktur.
Penekanan ini menunjukkan bahwa responsivitas birokrasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja pemerintah daerah saat ini tidak hanya dari sisi perencanaan, tetapi juga kecepatan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. [nata]
