Pesonanusa. Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, meninjau BUMDes Maju Jaya Sakti di Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, yang memiliki pabrik minyak goreng mini hibah dari Kementerian Desa. Meski menjadi satu-satunya fasilitas sejenis di Provinsi Bengkulu yang menerima hibah pembangunan fisik pada 2019, hingga kini pabrik tersebut belum juga beroperasi.
Saat meninjau lokasi, Bupati Arie didampingi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bengkulu Utara, Alamsyah. Ia mengapresiasi keberadaan aset tersebut, namun mengakui masih dibutuhkan dukungan anggaran yang besar agar pabrik dapat mulai berproduksi.
"Karena satu-satunya di Provinsi Bengkulu yang mendapat hibah bangunan fisik dari Kementerian Desa. Tentu jika nanti beroperasi akan sangat membanggakan daerah, namun masih membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, terutama untuk biaya operasional," ujar Arie didampingi Sekretaris DPMD Bengkulu Utara Alamsyah, (10/6)
Pabrik minyak goreng mini berbahan baku kelapa sawit itu memiliki kapasitas produksi sekitar 250 liter per hari. Namun sejak dibangun pada 2019, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan akibat berbagai kendala teknis serta belum tersedianya modal kerja.
Kepala DPMD Bengkulu Utara, Rahmat Hidayat, mengatakan hasil kajian menunjukkan BUMDes membutuhkan investasi sekitar Rp1,5 miliar untuk membiayai operasional awal, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran.
"Kami sudah melakukan kajian terkait kebutuhan investasi. Dana sekitar Rp1,5 miliar diperlukan agar operasional dapat berjalan dan usaha memiliki perputaran modal," jelas Rahmat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kini tengah mencari investor melalui koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal serta menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan, termasuk pabrik pengolahan CPO yang beroperasi di wilayah Bengkulu Utara.
Rahmat optimistis, apabila investasi tersebut berhasil diperoleh, keberadaan pabrik tidak hanya menghidupkan kembali aset desa yang selama ini menganggur, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, meningkatkan pendapatan BUMDes dan desa, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Marga Sakti.
Upaya pencarian investor terus dilakukan agar aset hibah bernilai miliaran rupiah itu dapat segera dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa. [adv]

