Pesonanusa. Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya menggali sumber-sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu yang kini menjadi fokus adalah optimalisasi Pajak Air Permukaan (PAP) pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Untuk mempercepat langkah tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, Jumat (5/6), melakukan studi tiru ke Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan ini bertujuan mempelajari pola dan mekanisme pemungutan PAP yang telah diterapkan di Sumatera Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Mian didampingi jajaran Bapenda Provinsi Bengkulu yang tengah menyiapkan langkah pemungutan PAP dari sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu strategi peningkatan PAD.
Menurut Mian, Bengkulu tidak bisa lagi hanya bergantung pada sumber pendapatan konvensional. Daerah harus berani melakukan terobosan untuk menggali potensi ekonomi yang selama ini belum optimal memberikan kontribusi terhadap kas daerah.
"Kehadiran kami saat ini mungkin sedikit mengganggu aktivitas yang ada. Namun pemerintah daerah dituntut untuk terus berinovasi dalam menggali berbagai potensi daerah dengan mengedepankan konsep tiga pilar, yaitu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha," kata Mian.
Ia menegaskan, sektor perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Bengkulu memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan penerimaan daerah.
Langkah studi tiru ke Sumatera Barat ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemprov Bengkulu mulai serius membenahi sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pajak cukup besar namun belum tergarap maksimal. Dengan optimalisasi Pajak Air Permukaan, pemerintah berharap PAD meningkat tanpa harus membebani masyarakat, sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih tertib dan berkelanjutan. [nata]
