Ketua organisasi perantau Minang terbesar itu dikukuhkan langsung oleh pengurus DPW IKM Provinsi Bengkulu di hadapan ratusan warga Minang, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimda.
Mengusung tema "Dima Bumi Dipijak, Di Sinan Langik Dijunjung, Menjalin Tali Kasiah di Perantauan", momentum ini menjadi penanda bahwa komunitas Minangkabau di Bengkulu Utara siap tampil lebih solid dan terorganisir dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Hadir langsung dalam acara tersebut Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, MAP yang juga menjabat Ketua Dewan Penasehat DPD IKM Bengkulu Utara. Kehadiran orang nomor satu di Bengkulu Utara itu dinilai sebagai sinyal kuat bahwa hubungan pemerintah daerah dengan komunitas perantau Minang berjalan harmonis dan strategis.
Dalam sambutannya, Bupati Arie mendorong agar komunitas Minang terus mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan daerah.
Bukan tanpa alasan, selama ini warga Minang dikenal sebagai salah satu kelompok masyarakat yang memiliki jaringan ekonomi kuat, tersebar hampir di seluruh kecamatan, serta aktif dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Ketua DPD IKM Bengkulu Utara, Efendi, secara terbuka menyatakan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan IKM tidak ingin hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata.
Dengan basis anggota yang tersebar luas, serta peran strategis di berbagai sektor soliditas menjadi kunci utama.
"Kami siap menjadi garda terdepan menjaga persatuan, kerukunan, dan kondusifitas daerah. IKM harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Bengkulu Utara," tegas Efendi. [nata]
