-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Realisasi Belanja Modal Bengkulu Utara Semester I 2026 Capai 7 persen

| Juni 08, 2026 WIB | 0 Views

 


Pesonanusa. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2026 hingga Juni menunjukkan progres yang cukup positif. Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 7 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp513,45 miliar atau 41,33 persen dari target sebesar Rp1,242 triliun.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasi tercatat sebesar Rp28,15 miliar atau 25,16 persen dari target Rp111,89 miliar. Kontributor terbesar PAD berasal dari pajak daerah yang telah terealisasi Rp21,18 miliar atau 51,24 persen dari target Rp41,34 miliar.

Sementara itu, sektor retribusi daerah, baru mencapai Rp360 juta atau 17,81 persen dari target Rp2,03 miliar. Sedangkan pos lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp5,06 miliar atau 7,38 persen dari target Rp68,52 miliar

Untuk pendapatan transfer pemerintah pusat yang tergabung dalam Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), realisasinya mencapai Rp474,35 miliar atau 44,27 persen dari pagu Rp1,071 triliun. Sedangkan pendapatan lainnya terealisasi Rp10,95 miliar atau 18,53 persen dari target Rp59,12 miliar.

Di sisi belanja, dari total pagu belanja daerah sebesar Rp1,255 triliun, hingga awal Juni telah terealisasi Rp345,89 miliar atau 27,54 persen.

Belanja pegawai masih menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp202,58 miliar atau 34,40 persen dari pagu Rp588,97 miliar. Sementara belanja barang dan jasa baru mencapai Rp53,47 miliar atau 15,97 persen dari pagu Rp334,88 miliar.

Adapun belanja modal yang berkaitan langsung dengan pembangunan fisik, baru terealisasi Rp4,83 miliar atau 7,48 persen dari pagu Rp64,58 miliar. Rendahnya serapan belanja modal ini diduga karena sebagian besar paket pekerjaan masih berada dalam tahap proses pengadaan dan lelang.

Pada kelompok belanja lainnya, realisasi mencapai Rp85 miliar atau 31,78 persen dari pagu Rp267,51 miliar. Komponen terbesar berasal dari belanja bantuan keuangan yang telah terserap Rp84,71 miliar atau 35,76 persen. [nata]


×
Berita Terbaru Update