Pesonanusa. Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Raya Semarak Bengkulu terasa lebih hangat ketika Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengajak masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga kembali mengingat orang-orang yang berada di balik sejarah perjuangan bangsa.
Mian menjadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Senin (17/8) sore. Dalam amanatnya, ia mengajak masyarakat Bengkulu menjaga semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan.
"Kita harus menunjukkan semangat nasionalisme, merajut satu kesatuan kita, terutama di Bumi Merah Putih, tempat kelahiran tokoh perjuangan Fatmawati Soekarno," kata Mian.
Wagub Mian mengatakan, Bengkulu memiliki cerita istimewa dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia. Dari tanah Bengkulu, lahir Fatmawati Soekarno, perempuan yang namanya melekat dalam sejarah Merah Putih karena menjahit Sang Saka yang kemudian dikibarkan pada momentum Proklamasi Kemerdekaan.
"Kita juga berharap masyarakat Bengkulu meningkatkan semangat mengenang tokoh utama penjahit Merah Putih, yaitu Ibu Fatmawati. Beliau istri Proklamator yang berasal dari Bengkulu," ujarnya.
Mian berharap kisah perjuangan Fatmawati tidak berhenti sebagai cerita dalam buku sejarah. Nilai perjuangan, pengorbanan dan kecintaan terhadap bangsa, menurutnya, perlu terus dikenalkan kepada generasi muda Bengkulu.
Sebab, kemerdekaan yang dinikmati hari ini tidak datang begitu saja. Ada perjuangan dan pengorbanan para pendahulu yang patut dihargai dan diwariskan semangatnya kepada generasi berikutnya.

