Pesonanusa. Pengabdian selama satu dekade menjadi perjalanan panjang bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam mendampingi masyarakat dan mengawal pembangunan desa. Di balik berbagai program yang berjalan, ada peran para pendamping yang hadir membantu desa merencanakan pembangunan, memperkuat kelembagaan, hingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi terhadap pengabdian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian dalam puncak peringatan Satu Dasawarsa Hari Bhakti Tenaga Pendamping Profesional (TPP) tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026, dipusatkan di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT), Desa Margasakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.
Mengusung tema “Kita Tingkatkan Solidaritas TPP Sebagai Garda Terdepan Mengawal Wujudnya Asta Cita ke-6 Presiden di Bumi Merah Putih”, kegiatan ini diikuti sebanyak 464 Tenaga Pendamping Profesional dari seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Peringatan satu dasawarsa tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, sekaligus merefleksikan perjalanan pengabdian para pendamping desa selama sepuluh tahun terakhir.
Berbagai kegiatan dilaksanakan selama dua hari untuk memperkuat kebersamaan dan menyegarkan kembali semangat para pendamping dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, dan tenaga pendamping desa yang selama ini tetap menunjukkan dedikasi dalam mendampingi masyarakat.
Ia mengakui, pelaksanaan tugas pendampingan saat ini menghadapi tantangan, terutama akibat adanya penyesuaian anggaran. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak mengurangi semangat para pendamping untuk terus bekerja dan memberikan kontribusi bagi kemajuan desa.
“Kita juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota serta semua tim pendamping desa. Kita akui, kondisi yang dihadapi saat ini agak senin-kamis karena anggarannya sedikit mengalami perampingan. Tetapi, hal ini tidak membuat kita patah arang,” ungkap Wakil Gubernur.
Menurutnya, keberadaan pendamping desa memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat ungkapnya dalam kegiatan yang dihadiri Anggota DPR RI, Eko Kurnia Ningsih (EKN). [nata]
