Pesonanusa. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam keadaan aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat.
Menurut Baron, fokus utama perusahaan saat ini adalah memantau situasi serta memastikan keselamatan awak kapal dan keamanan aset perusahaan.
“Memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana, mungkin ada empat, tapi dua berada di luar Selat Hormuz,” ujar Baron di Grha Pertamina, dikutip Rabu (4/3).
Pemerintah juga mengantisipasi dampak konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat, terutama terkait potensi gangguan di Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman minyak dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif apabila Selat Hormuz benar-benar terdampak eskalasi konflik.
“Atas arahan Bapak Presiden melihat perkembangan yang ada. Sekarang Selat Hormuz ditutup akibat perang Israel, Amerika, Iran ini dampaknya pada energi global,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3).
Ia memerinci, sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah yang distribusinya melalui Selat Hormuz. Sementara sisanya dipasok dari Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan skenario pengalihan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat guna menjaga kepastian pasokan energi nasional.
“Ini tidak bisa diramal kapan selesai. Bisa cepat, bisa lambat. Kami ambil alternatif terburuk, skenarionya sekarang crude dari Timur Tengah sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan,” tegas Bahlil.
Motor Terbakar di SPBU Ketahun
Di tengah isu global tersebut, aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU tetap berlangsung normal. Pemerintah memastikan stok dan distribusi energi nasional dalam kondisi terkendali.
Namun, insiden terjadi di SPBU Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (4/3). Satu unit sepeda motor terbakar hebat saat berada di area pengisian BBM, diduga akibat korsleting pada sistem pengapian kendaraan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, warga yang hendak mengisi BBM sempat berlarian menjauh sehingga suasana menjadi panik.
Api berhasil dipadamkan oleh petugas SPBU menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia. Satu unit mobil pemadam kebakaran juga tiba di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan situasi kembali aman. [nata]
