Pesonanusa. Pembukaan Festival Tabut 2026 di Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Selasa (16/6) malam, tidak hanya menandai dimulainya perayaan budaya tahunan Bengkulu. Di hadapan ribuan masyarakat, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan justru melontarkan rencana besar, menghadirkan event baru berskala provinsi yang diklaim setara dengan Festival Tabut.
Event yang diberi nama Semarak Merah Putih itu disebut akan digelar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu dengan durasi hingga 10 hari di setiap lokasi. Konsepnya tidak hanya mengusung hiburan rakyat, tetapi juga menghadirkan artis nasional dan melibatkan pelaku UMKM.
"Ke depan bukan hanya Tabut yang menjadi event nasional. Kita sedang menyiapkan Semarak Merah Putih yang levelnya sama dengan Tabut," kata Gubernur Helmi didampingi Wagub Mian, saat membuka festival.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan. Sebab selama ini Festival Tabut dikenal sebagai agenda budaya terbesar dan paling ikonik di Bengkulu memiliki nilai sejarah dan tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Bersama Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, Helmi menegaskan pemerintah provinsi ingin memperbanyak event berskala besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Menurutnya, semakin banyak agenda yang digelar, semakin besar pula peluang perputaran uang di tengah masyarakat.
Konsep Semarak Merah Putih sendiri dirancang berbeda dengan Tabut yang berakar pada tradisi dan budaya. Event baru tersebut lebih diarahkan sebagai pesta rakyat yang menggabungkan hiburan, promosi daerah, pengembangan UMKM, serta sektor pariwisata.
Meski demikian, rencana penyelenggaraan Semarak Merah Putih masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Mulai dari besaran anggaran, konsep pelaksanaan di setiap daerah, hingga dampaknya terhadap kalender event yang sudah ada.
Namun, jika terealisasi sesuai rencana, Semarak Merah Putih akan menjadi agenda terbesar kedua setelah Festival Tabut dan berpotensi menjadi wajah baru promosi Bengkulu di tingkat nasional.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis kehadiran event baru tersebut dapat menjadi mesin penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Bengkulu sebagai tujuan wisata dan pusat kegiatan budaya di wilayah barat Sumatera. [nata]
