Pesonanusa. Euforia final Piala Dunia FIFA 2026 terasa hingga ke Kota Bengkulu. Ribuan warga memadati kawasan Simpang Lima, Minggu (19/7) malam, untuk menyaksikan laga puncak antara Spanyol melawan Argentina bersama Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan begitu terasa sejak sebelum pertandingan dimulai. Warga dari berbagai kalangan datang membawa keluarga dan sahabat untuk menikmati momen langka menyaksikan final Piala Dunia secara bersama-sama.
Namun, malam itu bukan hanya tentang sepak bola. Sebelum layar raksasa menayangkan pertandingan, Gubernur Helmi Hasan bersama Wali Kota Bengkulu dan jajaran Forkopimda menyerahkan santunan serta paket sembako kepada kaum dhuafa. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan di tengah kemeriahan acara.
"Momentum seperti ini bukan hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui aktivitas para pelaku UMKM," ujar Helmi Hasan.
Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, mengaku mendukung Argentina. Meski demikian, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan terbesar kepada Tim Nasional Indonesia agar mampu menembus putaran final Piala Dunia 2030.
"Siapa pun boleh memiliki tim unggulan masing-masing. Namun yang paling penting, kita semua mendukung Timnas Indonesia agar bisa berlaga di Piala Dunia 2030," kata Kapolda.
Kemeriahan nobar juga semakin semarak dengan pembagian berbagai doorprize kepada masyarakat. Sorak sorai penonton memenuhi kawasan Simpang Lima setiap kali peluang gol tercipta, menciptakan suasana hangat yang mempererat kebersamaan warga.
Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, Wali Kota Bengkulu, kepala OPD provinsi dan kota, serta ribuan masyarakat itu berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu, nobar final Piala Dunia bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang berbagi, memperkuat silaturahmi, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. [nata]
