Pesonanusa. Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (PA3KN) Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI resmi meluncurkan dan mensosialisasikan inovasi Sistem Layanan Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (Syakura) di Ruang Command Center, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/10). Langkah strategis ini diambil guna mempercepat serta modernisasi proses analisis kilat terkait keuangan negara.
Layanan yang sebelumnya diproses secara manual dan terbatas melalui pesan singkat, kini diintegrasikan ke dalam satu platform digital yang terpola dan sistematis. Sistem inovatif ini dirancang khusus untuk memperkuat dukungan teknis dan substansi bagi seluruh pemangku kepentingan di DPR RI, mulai dari Anggota Komisi 1–13, Badan Anggaran (Banggar), hingga Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN). Selain Syakura, P3KN juga mengenalkan aplikasi Prisma untuk optimalisasi tata kelola internal.
Dalam sambutannya, Kepala PA3KN Sekretariat Jenderal DPR RI, Furcony Putri Syakura, menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan layanan berbasis digital yang terukur dan akuntabel. Penamaan inovasi ini disengaja agar mudah diingat sekaligus menjadi simbol semangat pembaharuan tata kelola di lingkungan Kesekjenan.
"Syakura hadir agar semua permintaan dan analisis anggaran yang selama ini diproses secara manual maupun lewat pesan singkat dapat terstandarisasi serta terintegrasi dalam satu platform digital," ujar Furcony saat membuka acara secara resmi.
Ia juga menyampaikan bahwa pembenahan ini menjadi bagian dari komitmen P3KN dalam menerapkan standar manajemen mutu berskala internasional. "Kami bertekad menjaga transparansi dan kualitas layanan publik dengan meraih serta memperbarui sertifikasi ISO Manajemen Mutu dan Anti-Penyuapan, sejalan dengan pembangunan Zona Integritas menuju WBK," tambahnya.
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri para pejabat administrator, pengawas, analis APBN, hingga tenaga ahli komisi ini diakhiri dengan pelatihan teknis penggunaan aplikasi secara langsung. P3KN berharap platform Syakura dan Prisma terus berkembang menjadi inovasi yang berkelanjutan demi menunjang fungsi pengawasan anggaran DPR RI secara optimal.
"Tujuan sosialisasi ini adalah mempermudah layanan yang sebelumnya sudah dikerjakan, tetapi kali ini kita buat agar berpatokan pada evidence-based, ada permintaan terstruktur yang ditandatangani secara bertanggung jawab, serta ada SOP jangka waktu penyelesaiannya," ujar Furcony.
Sementara itu, untuk kebutuhan internal para analis, P3AKN meluncurkan platform pendukung bernama PRISMA. Aplikasi ini berfungsi sebagai repositori digital terpusat untuk menyimpan seluruh data analisis agar terintegrasi dengan baik dan mudah diakses oleh sesama analis. Adapun ke depan, Syakura ditargetkan dapat diikutsertakan dalam ajang kompetisi inovasi di tingkat Setjen DPR RI hingga Kementerian PAN-RB. [nata/dprri]
